10 Negara Yang Menganut Budaya Seks Bebas di Dunia




TWINPOKER88QQ - Di zaman yang semakin berkembang ini, di beberapa negara, seks bebas merupakan hal yang tidak lagi tabu. Bahkan perselingkuhan dalam sebuah hubungan suami istri sudah menjadi hal biasa. Salah satu faktor terbesar penyebab naiknya angka perceraian saat ini diketahui adalah pasangan gemar mencari pasangan lain untuk berhubungan intim. Selain itu, faktor lain yang juga menyebabkan seks semakin bebas adalah juga karena berkembanganya industri yang bergerak di bidang seks.

Inilah 10 Negara Yang Menganut Budaya Seks Bebas di Dunia

1. Yunani

Semua orang telah mengetahui jika negara ini memiliki tradisi seks dari zaman kuno. Dengan iklim Mediterania dan memiliki banyak pulau dan pantai, menjadikan Yunani nomer 1 Negara paling horny sedunia.




2. Thailand

Dengan rata-rata 45 dari 10 ribu orang wanitanya memilih karir sebagai pelacur, Thailand memang cocok dijuluki surga seks tidak hanya bagi wisatawan luar, bahkan juga dari tenduduk setempat. Rata-rata wisatawan terkonsentrasi di bagian Patpong di Bangkok, yang dikatakan daerah terbaik untuk berlangganan pelacur-pelacur muda dan cantik dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Bahkan, Thailand juga terkenal dengan PSK waria dan pria gay!

Meskipun prostitusi sebenarnya ilegal di Thailand, namun kegiatan itu diperbolehkan asalkan peraturan dilakukan serta pekerja seksnya mendapatkan tes infeksi kelamin.




3. Denmark

Seks adalah sesuatu yang sangat organik di Denmark sehingga rakyatnya langsung tidak merasa malu dengan kegiatan itu. Ketika seks bebas menjadi suatu norma, maka tidak heran ibu negaranya yaitu Kopenhagen menjadi tujuan pelacongan seks yang berkembang pesat.

Toko-toko menjual alat seks dibuka secara terang-terangan di daerah kekeluargaan, dan rumah pelacuran yang menampilkan pekerja seksnya dalam kondisi menggairahkan menjadi satu pandangan umum di negara Skandinavia itu.




4. Italia

Italia adalah sebuah negara yang kaya dengan sejarah dan nilai budaya yang telah ada sejak ribuan tahun lampau. Namun, budaya yang hijau tidak selalu menerjemahkan keelokkan moral masyarakatnya.




5. Jerman

Dengan rata-rata 49 pekerja seks per 10.000 wanita, Jerman memiliki kebijakan yang terbuka terhadap industri pelacuran. Tidak seperti negara-negara Uni Eropa yang lain, pelacuran merupakan satu industri yang sangat luas, sistematis, dan dibenarkan hukum Jerman.

Bahkan, sebuah survei menunjukkan lebih 60 persen wanita Jerman pernah curang terhadap pasangan mereka.




6. Norwegia

Dalam daftar ini, Norwegia merupakan negara yang paling protektif sekali terhadap pekerja seksnya. Larangan aktivitas jual-beli seks yang diberlakukan sejak tahun 2009 menyulitkan pelacur untuk mendapatkan pelanggan, namun masyarakat Norwegia bersikap terbuka dalam memilih pasangan seks mereka.




7. Spanyol

Tak dipungkiri, wanita-wanita Spanyol rata-ratanya cantik dan seksi. Jadi, meskipun Spanyol adalah sebuah negara yang memiliki pegangan Kristen Katolik yang kuat, harga bordilnya adalah antara yang paling tinggi di Eropa.

Baru-baru ini, pengadilan memutuskan bahwa PSK di Spanyol bakal berhak untuk memiliki hak-hak pekerja dan mampu untuk menuntut tunjangan pengangguran setelah tidak lagi bekerja.




8. Inggris

Harga pasangan di Inggris yang pernah berlaku curang dalam hubungan mereka adalah antara yang paling tinggi di dunia. Bukan itu saja, bahkan tingkat kehamilan anak luar nikah oleh gadis bawah umur juga menjadi satu epidemi yang semakin menjadi-jadi di negara tersebut.




9. Brazil

Merupakan tanah kelahiran dari "thong", masuk akal jika seks adalah sama pentingnya dengan bernapas di negara yang satu ini. Pantainya selalu dipenuhi wanita-wanita cantik disamping Brasil memiliki Karnaval tahunan dan membuat Brasil masuk dalam daftar.




10. Jepang

Memang seks di Jepang bukanlah hal yang tabu. Kalau kita mengetikkan keyword sex in Japan di wikipedia, kita akan menemukan berbagai sejarah aneh tentang seks di jepang. Bagi penduduk di Jepang, perawan ketika malam pertama pernikahan adalah sangat memalukan bagi mereka yang menikah di usia lebih dari 20 tahun.

Artinya mereka benar-benar tipe level bawah dalam pergaulan mereka. Hal ini bukan hanya terjadi baru-baru ini, tetapi sudah sejak zaman-zaman kerajaan Jepang di masa lampau. Dahulu semua perempuan diberikan kepada prajurit-prajurit Jepang untuk dijadikan pelampiasan nafsu mereka dan orangtua merekapun rela untuk itu. Jangan heran ketika zaman penjajahan Jepang dulu banyak perempuan Indonesia yang kehilangan keperawanan oleh tentara Jepang.